November 28, 2011

Putri berseragam


sulaman kata bernyanyi senandung rindu
langkah jemari menelusuri sepi
sang putri masih tertidur berbalut senyum
ketika sedang dirindukan seseorang dalam bermimpi

mungkin ketika pagi kau masih tak sadari
bahwa pada awal berganti hari
pada akhir terlelapnya mentari
aku disini menulis sesuatu dengan harapan kau dapat tahu
tahu sesuatu yang akan ku ucap di hari nanti

waktu yang tepat adalah ketika ku mulai melihat senyum yg tersesat
hari yang pas adalah saat tatapan yang terpukat
kunanti hari itu . . .sampai kapanpun . . .

hai putri ... !!
tertidurlah dengan mata terbuka
aku disini menatapmu melalui bayangmu

belaian angin tak mampu mengusir semua
terlampau banyak yang kusuka darimu
dari mulai rambut yang terikat rapih seperti karangan bunga
hingga bibir tempat senyummu bersembunyi seperti rekahannya

aku tahu satu pujian untukmu adalah dosa untukku
namun apakah jika tak kuucapkan kau akan mengerti
bahwa aku menyayangimu di sisi gelapku . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan sepatah kata untuk ini